Ekspor kopi ke Mesir tersebut merupakan hasil kerja para petani yang ada di Lampung dan wilayah-wilayah Sumatera lainnya seperti di Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.
Kerja sama bilateral merupakan salah satu langkah untuk membangun kekuatan ekonomi di wilayah masing-masing, yang dapat memperluas akses pasar produk Indonesia lainnya menuju daerah lain.
Uni Eropa sendiri tercatat sebagai konsumen kopi dunia terbesar, yakni mencapai 2,4 juta ton per tahun, atau 24 persen dari total konsumsi kopi dunia. Itu juga yang menjadi salah satu alasan event Pasar Kopi dilaksanakan di Amsterdam. Sejak dahulu, lanjutnya, Belanda adalah pasar potensial bagi komoditas kopi Indonesia.
Momen Pasar Kopi di Amsterdam ini bisa menjadi tonggak sejarah semakin dikenalnya kopi Indonesia oleh masyarakat global dan Indonesia menjadi global market leader industri kopi di dunia.
Pelaksanaan Pasar Kopi di Amsterdam ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi PPI member of ID Food untuk dapat berinteraksi dengan konsumen mancanegara secara langsung, khususnya Uni Eropa, dalam menikmati ragam kopi dari Indonesia.
Selain itu, acara tersebut juga diharapkan terjadi business expansion yang lebih luas, sehingga Indonesia, khususnya PPI, dapat menjadi eksportir utama produk kopi untuk pasar dunia.
Di dalam rangkaian kegiatan di Amsterdam, PPI juga melaksanakan penandatanganan MoU dengan ESRO Food Group B.V. dan Amirage International B.V. ihwal ekspor dan impor produk dan atau komoditi untuk pemenuhan kebutuhan di Eropa.