Suara.com - Di era digital seperti sekarang, para generasi milenial dan gen Z pasti sudah tidak asing mendengar kata paylater. Sejatinya paylater adalah metode untuk menunda atau mencicil pembayaran ketika membeli sesuatu melalui suatu platform. Biasanya digunakan sebagai alternatif layanan kredit, ketika seseorang tidak memiliki kartu kredit.
Tidak hanya dalam aplikasi fintech saja, paylater kini sudah merambah di berbagai platform, termasuk e-commerce seperti JD.ID yang menyediakan pembayaran Tokopedia paylater dengan berbagai pilihan fintech, salah satunya Kredivo yang memiliki opsi cicilan mulai dari 0%.
Namun, banyak sekali berita negatif tentang paylater, seperti membuat orang menjadi boros, terjerat utang, dan berbagai masalah keuangan lainnya. Padahal jika digunakan dengan baik, banyak sekali keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan memanfaatkan paylater.
Keuntungan Paylater
Pastinya setiap layanan keuangan memiliki keuntungan yang dirasakan oleh para nasabahnya. Paylater sendiri memiliki keuntungan, selain pendaftaran yang mudah, untuk kredit online di e-commerce atau outlet offline, serta pinjaman tunai, paylater juga bisa membentuk skor kredit Anda. Sebab, payater bisa merambah masyarakat yang belum pernah merasakan fasilitas kredit sebelumnya.
Jadi, apabila Anda menggunakan dengan baik, maka skor kredit Anda pun juga menjadi baik, sehingga di masa depan Anda berkesempatan untuk mendapatkan pinjaman dalam jumlah besar, seperti kartu kredit, cicilan mobil, hingga KPR.
Tidak hanya itu, paylater juga bisa dijadikan alat pengontrol keuangan. Sebab, layanan paylater yang punya platform aplikasi, biasanya memiliki menu histori transaksi atau cicilan berjalan yang bisa dicek kapan saja. Dengan adanya menu ini, Anda bisa mengontrol pemakaian limit paylater supaya tidak melebihi kemampuan bayar cicilan per bulannya.
Permasalahan Terjadi Bisa Datang Dari Diri Sendiri
Sebagaimana sudah dijelaskan di atas, proses pendaftaran paylater yang praktis, dan bisa menjamah masyarakat yang belum pernah merasakan fasilitas kredit sebelumnya, membuat paylater bisa diakses oleh berbagai kalangan masyarakat.
Baca Juga: CEO Tokopedia: Pelaku UMKM Indonesia Berinovasi Saat Pandemi COVID-19
Akan tetapi, dilansir dari situs OJK, literasi keuangan yang rendah di kalangan masyarakat (hanya 38% pada tahun 2019). Ini bisa menjadi salah indikasi bahwa tidak sedikit orang yang kalap membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan menggunakan paylater dan berakhir dengan tidak pernah tersisanya gaji bulanan yang diterima.