5 Negara Berpotensi Resesi 2022, Apakah Indonesia Termasuk?

Rifan Aditya Suara.Com
Kamis, 14 Juli 2022 | 14:06 WIB
5 Negara Berpotensi Resesi 2022, Apakah Indonesia Termasuk?
Ilustrasi krisis ekonomi, resesi, bangkrut, crash market, global recession, inflasi (pixabay.com)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
Sebuah taksi melintasi persimpangan kosong di kawasan pusat bisnis di Hong Kong, pada (13/10/2021). [PETER PARKS / AFP]
Sebuah taksi melintasi persimpangan kosong di kawasan pusat bisnis di Hong Kong, pada (13/10/2021). [PETER PARKS / AFP]

Hong Kong telah mengalami resesi ekonomi selama empat kuartal berturut-turut sejak 2019. Hong Kong telah jatuh lebih dalam ke dalam resesi pada kuartal kedua 2020, berkontraksi 9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Tercatat pada kuartal III-2019, laju ekonomi Hong Kong minus 2,8 persen karena demonstrasi yang berlarut-larut. Pada kuartal IV-2019, ekonomi Hong Kong kembali turun minus 3 persen yang membuat Hong Kong resmi terpuruk dalam resesi.

Menteri Keuangan Hong Kong Paul Chan mengatakan Hong Kong menghadapi jalan bergelombang menuju pemulihan ekonomi. Sebab, kasus baru virus corona di Hong Kong juga melonjak belakangan ini. Akibatnya, pemerintah Hong Kong kembali memberlakukan pembatasan sosial.

4. Korea Selatan

Ilustrasi Korea Selatan (Shutterstock)
Ilustrasi Korea Selatan (Shutterstock)

Korea Selatan juga tidak dapat lepas dari pukulan pandemi dan dinyatakan telah mengalami resesi untuk pertama kalinya dalam 17 tahun karena penurunan ekspor. Bank of Korea mengumumkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Korea Selatan anjlok 3,3 persen pada kuartal kedua atau periode April-Juni dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang terkontraksi 1,3 persen.

Penurunan pertumbuhan ekonomi per kuartal bahkan merupakan yang terburuk setelah resesi 1998 yang lalu. Ekspor anjlok 16,6 persen atau tercuram sejak 1963 lalu. Sementara itu, impor anjlok 7,4 persen. 

5. Singapura

Ilustrasi Singapura (Unsplash/Jisun Han)
Ilustrasi Singapura (Unsplash/Jisun Han)

Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI) mengumumkan data awal (prelimenary) Pertumbuhan ekonomi Singapura turun 41,2 persen pada kuartal kedua 2020 dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara tahunan, ekonomi Singapura juga terkontraksi 12 persen. Penurunan tersebut lebih dalam dari kuartal I-2020 yang minus 0,7 persen.

Kontraksi kinerja ekonomi terjadi karena negara yang sangat bergantung pada perdagangan itu dilanda pandemi virus corona.  Analis menganggap kinerja ekonomi Singapura sebagai sinyal peringatan perlambatan ekonomi global.

Baca Juga: Sri Lanka Resesi, Nasib Ekonomi Indonesia Bagaimana?

Itulah data negara berpotensi resesi. Semoga bermanfaat untuk Anda.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI