Presiden Jerman Puji Perkembangan Teknologi dan Populasi Generasi Muda Indonesia

M Nurhadi Suara.Com
Jum'at, 17 Juni 2022 | 07:53 WIB
Presiden Jerman Puji Perkembangan Teknologi dan Populasi Generasi Muda Indonesia
Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier tertawa bersama saat melihat album foto di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/6/2022). (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden).
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Presiden Republik Federasi Jerman Frank-Walter Steinmeier puji perkembangan digital di Indonesia dan apresiasi Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) yang mendorong pemulihan ekonomi.

“Indonesia punya kesempatan yang unik untuk bertransformasi, karena memiliki populasi yang muda dan melek digital,” kata Steinmeier saat mengunjungi Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0).

Selain itu, tersedianya sistem pelatihan vokasi di perusahaan menjadi kunci sukses dalam upaya mempercepat transformasi digital.

"Perusahaan-perusahaan Jerman sudah mendukung hal tersebut untuk membangun angkatan kerja yang punya kualifikasi. Saya mendorong para pengusaha di sini untuk saling bertukar pengalaman dan mengintensifkan partnership,”kata dia.

Saat ini, Indonesia dan Jerman fokus untuk mengakselerasi penerapan industri 4.0 dalam upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi. 

Hal ini jadi salah satu pokok pembahasan dalam German-Indonesia Round Table Business Meeting sebagai rangkaian agenda kunjungan Presiden Republik Federasi Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri State Secretary at the German Ministry for Economic Affairs and Climate Action Anja Hajduk, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan dimoderatori oleh Managing Director Ekonid JanRönnfeld.

“Saat ini merupakan waktu untuk pemulihan ekonomi. Hal ini sesuai dengan motto Presidensi G20 Indonesia, yaitu Recover Together, Recover Stronger,” kata Steinmeier.

Menurutnya, untuk mempercepat penerapan industri 4.0 dan pemulihan ekonomi, setiap negara perlu memiliki mitra yang percaya terhadap perdagangan yang bebas dan adil (fair and free trade).

Baca Juga: Ekonomi Global Sedang Tidak Baik-baik Saja

“Sehingga sangat penting untuk memiliki perjanjian kerja sama,” tuturnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI