Investasi Tesla ke RI Jangan Hanya Janji Manis Elon Musk Lagi

Rabu, 25 Mei 2022 | 15:40 WIB
Investasi Tesla ke RI Jangan Hanya Janji Manis Elon Musk Lagi
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama CEO Space X Elon Musk (kanan) saat melakukan kunjungan ke Space X di Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu (14/5/2022). [Biro Pers Sekretarian Presiden]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - CEO Tesla sekaligus pendiri Space X Elon Musk berjanji berinvestasi di Indonesia seperti yang diucapkannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan mereka di Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.

Namun janji manis yang diberikan Elon Musk ini jangan hanya sebatas omongan saja, tetapi harus dibuktikan dengan realisasi investasi masuk ke Indonesia.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, komitmen investasi tidak cukup hanya dengan pertemuan ramah tamah antara presiden dengan pengusaha asing. Perlu tindak lanjut untuk memastikan komitmen menjadi realisasi investasi.

"Contohnya, Tesla pernah ingin bekerja sama dalam pembangunan Energy Storage System (ESS) di Indonesia namun batal karena berbagai kendala, begitu juga keputusan Tesla untuk membuat pabrik baterai dan mobil listrik lebih tertarik ke India," kata Bhima saat dihubungi Suara.com, Rabu (25/5/2022).

Menurut Bhima, ada beberapa tantangan yang perlu dicermati agar realisasi investasi yang dijanjikan Tesla benar-benar masuk ke Indonesia.

Pertama, Indonesia memang kaya akan bahan baku dan lokasi yang strategis tapi perusahaan asing membutuhkan standarisasi ESG (Environment, Social & Governance) yang lebih tinggi. Standarisasi ESG menunjukkan komitmen ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Perusahaan yang akan menjadi partner PMA harus memiliki skor ESG yang tinggi," ucapnya.

Kedua, infrastruktur pendukung ekosistem perusahaan sekelas Tesla cukup kompleks mulai dari kepastian pasokan listrik, kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan modern hingga kapasitas pergudangan.

Ketiga, perusahaan asal AS tentu mengincar SDM yang berkualifikasi tinggi karena produk yang dihasilkan relatif membutuhkan teknologi tinggi.

Baca Juga: Hasil Presiden Jokowi Temui Elon Musk, Tesla akan Investasi di Indonesia

"Sementara pengembangan SDM di Indonesia perlu dilakukan aneka perbaikan untuk bisa mengimbangi permintaan perusahaan asing," paparnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI