Pedagang Kurangi Pasokan Energi dari Rusia, Harga Minyak Mentah Bakal Makin Meroket?

M Nurhadi Suara.Com
Kamis, 14 April 2022 | 10:30 WIB
Pedagang Kurangi Pasokan Energi dari Rusia, Harga Minyak Mentah Bakal Makin Meroket?
Migas Rusia (VOA Indonesia)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Penyulingan di Eropa menjadi semakin enggan untuk memproses minyak mentah Rusia. Itu telah mengganggu ekspor Rusia, meskipun pembelian oleh India dan Turki telah menutupi beberapa pemotongan tersebut. Penjualan ke China juga terus berlanjut.

Volume Rosneft dan Gazpromneft menyumbang 29 juta barel, atau hampir 1 juta barel per hari (bph) pada April, yang merupakan lebih dari 40 persen dari keseluruhan ekspor minyak mentah Ural dari pelabuhan barat Rusia pada April, menurut rencana pemuatan.

Badan Energi Internasional mengatakan pada Rabu (13/4/2022) pasokan minyak Rusia bisa turun 3 juta barel per hari mulai Mei.

Rosneft menolak berkomentar. Gazpromneft tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters. Pembeli minyak Rusia lainnya, Gunvor dan Glencore, menolak mengomentari dampak tenggat waktu.

Perusahaan perdagangan energi menghadapi risiko kepatuhan dan reputasi dari serangkaian sanksi Barat saat ini. Mereka harus memeriksa dengan cermat entitas mana yang dapat mereka bayar serta kewarganegaraan karyawan mereka. Juga, tidak adanya larangan langsung memperumit pemutusan kontrak yang ada.

“Semua perusahaan sedang duduk dengan pengacara mereka untuk mencari tahu apa yang bisa dan tidak bisa mereka lakukan,” kata sumber perdagangan senior yang identitasnya dirahasiakan.

"Tidak jelas apa artinya ini bagi seluruh rantai pasokan, untuk pengirim, perusahaan asuransi," ujarnya lagi.

“Pengacara sedang mengkaji tentang ini. Di mana ada ketidakpastian, perusahaan akan mundur. Aliran minyak Rusia akan sangat berkurang ke depan,” kata sumber terkait.

Baca Juga: Lagi, Ibu Dan Anak Asal Rusia Kehabisan Uang di Nusa Penida Hingga Hidup dari Belas Kasihan Warga Lokal

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI