Calon Penumpang Pesawat Masih Ditagih Hasil Tes Covid-19, Kemenhub Buka Suara

Kamis, 10 Maret 2022 | 08:08 WIB
Calon Penumpang Pesawat Masih Ditagih Hasil Tes Covid-19, Kemenhub Buka Suara
Para penumpang melakukan antrean di Bandara Soekarno Hatta [Jehan/Suarabanten.id]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) buka suara terkait kabar masih berlakunya hasil tes covid-19 untuk naik transportasi. Hal ini terjadi pada penumpang di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (8/3/2022) pagi.

Seperti diberitakan, banyak penumpang gagal terbang akibat aturan terbang tanpa PCR atau antigen belum berlaku pada Selasa pagi.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Bagian Kerja Sama Internasional, Humas, dan Umum, Fitri Indah mengakui memang pada Selasa pagi aturan tersebut belum berlaku.

Ia menjelaskan, aturan tersebut baru berlaku pada Selasa siang setelah Menteri Perhubungan meneken aturan naik transportasi tanpa tes PCR/antigen.

"Sosialisasi SE Kemenhub Nomor 21 Tahun 2022 telah dilaksanakan pada kesempatan pertama SE tersebut disetujui oleh Menteri Perhubungan tanggal 8 Maret (siang) dan dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan," ujar Fitri dalam keterangannya, Kamis (10/3/2022).

Namun demikan, tidak semua pelaku perjalanan yang diperbolehkan naik pesawat tanpa tes PCR atau antigen. Terdapat persyaratan yang harus dipenuhi pelaku perjalanan. Adapun berikut persyaratannya:

1. Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak diwajibkan menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen

2. PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan

3. PPDN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksinasi wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19; atau

Baca Juga: Perjalanan Udara Tanpa Tes COVID-19 Diharapkan Bantu Kebangkitan Pariwisata

4. PPDN dengan usia dibawah 6 tahun dapat melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI