Harga Kedelai Mahal, Importir Untung Besar?

Senin, 14 Februari 2022 | 14:06 WIB
Harga Kedelai Mahal, Importir Untung Besar?
Pekerja mengolah kedelai untuk produksi tahu. [ANTARA]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Tingginya harga kedelai dunia saat ini ternyata tak membuat para importir kedelai untung besar, pasalnya selisih harga beli dan jual tidak jauh berbeda.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Jenderal Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (Akindo) Hidayatullah Suralaga saat dihubungi suara.com, Senin (14/2/2022).

"Yah tidak begitu (untung), karena kami ini kan beli harga pasar global dan kami jual juga dengan harga pasar," kata Hidayatullah.

"Kalau untung yah untung, tapi tidak untung besar, kami ini pedagang tentu cari selisih," tambahnya.

Selama ini kata dia para importir kedelai langsung memasok kebutuhan kedelai langsung kepada para Koperasi Tahu Tempe Indonesia atau KOPTI sehingga rantai pasoknya jadi lebih pendek.

"Karena kami kan selama ini langsung mendistribusikan ke KOPTI, jadi rantai pasoknya jadi lebih pendek, kalau tidak mungkin harganya akan lebih tinggi," katanya.

Berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai pada minggu kedua Februari 2022 mencapai USD15,77  per bushels. Harga ini diperkirakan terus naik hingga Mei yang mencapai USD15,7 per bushels dan mulai turun pada Juli sebesar USD15,74  per bushels.

Kondisi ini membuat para pengrajin tahu dan tempe berencana kembali untuk mogok produksi, setelah mendapati harga kedelai yang tinggi sebagai bahan baku produksi tahu dan tempe.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifuddin membenarkan, sebagian dari pengrajin memang akan mogok produksi, terutama pengrajin di wilayah Jabodetabek.

Baca Juga: Harga Kedelai Mahal, Importir Hanya Bisa Pasrah

"Ada (rencana mogok). Jadi sebagian yang mau mogok, di daerah jakarta, Jabodetabek, dan beberapa daerah lain," ujar Aip.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI