Kalahkan Tokopedia, Shopee Jadi e-Commerce Terbanyak Digunakan Pada Akhir 2021

M Nurhadi Suara.Com
Selasa, 01 Februari 2022 | 18:07 WIB
Kalahkan Tokopedia, Shopee Jadi e-Commerce Terbanyak Digunakan Pada Akhir 2021
Voucher ShopeePay Rp1, Voucher Minimarket RP1, dan main Gosok ShopeePay Ratusan Juta pada Promo Puncak 2.2 ShopeePay Sekitarmu. (Dok: ShopeePay)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Perusahaan riset pasar yang ada di Indonesia, Ipsos merilis data yang menyebut, Shopee merupakan e-commerce yang paling banyak digunakan oleh masyarakat selama akhir tahun lalu atau kuartal empat 2021.

Country Service Line Group Leader, Observer, Customer Experience and Channel Performance, Ipsos Indonesia Andi Sukma dalam rilis pers, dikutip Selasa, mengatakan bahwa dalam survei tersebut pihaknya menggunakan empat indikator.

"Empat indikator itu yaitu BUMO (Brand Use Most Often), seberapa merek/platform mana yang paling sering digunakan, Top of Mind, merek mana yang ada di urutan pertama benak konsumen, penetrasi konsumen, seberapa banyak jumlah penggunaan dalam jumlah transaksi, dan nilai transaksi dalam tiga bulan terakhir," kata Andi.

Shopee mengalahkan Tokopedia dan Lazada dalam survei ini. Berdasarkan indikator BUMO, 54 persen responden memilih Shopee, disusul dengan Tokopedia (30 persen), dan Lazada (13 persen).

Pada indikator Top of Mind, Shopee menduduki peringkat pertama dengan 54 persen, diikuti oleh Tokopedia (27 persen), dan Lazada (12 persen).

Pada Indikator pangsa pasar jumlah transaksi (share of order), Shopee juga berhasil mencatatkan pangsa pasar jumlah transaksi tertinggi dalam tiga bulan transaksi, yakni (41 persen), diikuti dengan Tokopedia (34 persen), dan Lazada (16 persen).

Sedangkan pada indikator pangsa pasar nilai transaksi, Shopee menduduki peringkat pertama yang mencatatkan pangsa pasar nilai transaksi terbesar yaitu 40 persen. Peringkat kedua ditempati Tokopedia (30 persen), dan Lazada (16 persen).

Data di atas merupakan hasil dari penelitian Ipsos di Indonesia secara online, dengan melibatkan 1.000 responden dari usia 18 - 35 tahun.

Penelitian itu dilakukan tidak hanya di kota tier satu seperti Jakarta dan kota besar lainnya yang menjadi barometer, tetapi juga di kota-kota tier dua dan tier tiga yang memiliki potensi untuk menjadi penopang pertumbuhan Indonesia di masa yang akan datang.

Baca Juga: Ipsos: e-Commerce Majukan UMKM Indonesia, Shopee Disebut Paling Berandil

Selain empat indikator utama, riset tersebut juga ditujukan untuk melihat bagaimana perilaku serta antusiasme masyarakat dalam menyambut kemeriahan Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI