Cerita Jack Dorsey 'Dipaksa' Mundur Dari Jabatan CEO Twitter

M Nurhadi Suara.Com
Selasa, 30 November 2021 | 11:33 WIB
Cerita Jack Dorsey 'Dipaksa' Mundur Dari Jabatan CEO Twitter
CEO dan pendiri Twitter, Jack Dorsey berbicara dalam sebuah pertemuan dengan pelajar India di New Delhi, 22 November 2018. [AFP/Prakash Singh]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Tidak lama lagi, pendiri Twitter, Jack Dorsey dikabarkan mundur sebagai CEO. Sebagaimana dikabarkan The Verge, pergantian ini akan dilakukan usai masa jabatannya berakhir pada rapat pemegang saham tahunan 2022.

Untuk diketahui, Dorsey telah menjadi CEO Twitter sejak 2015. Ia telah memimpin perjalanan yang sulit tetapi relatif sukses untuk perusahaan mikro blog tersebut.

Chief Technology Officer (CTO) Twitter, Parag Agrawal jadi kandidat kuat sebagai sosok yang akan menggantikan Dorsey memimpin Twitter.

Twitter memang cukup inovatif belakangan ini dan mulai menyadari persaingan penyedia media sosial dunia. Meski tidak cukup sukses, Twitter cukup adaptif terhadap perkembangan ini.

Dewan Twitter awalnya tidak ingin Dorsey menjalankan perusahaan karena iaga menjabat  CEO Square. Anggota dewan merasa menjalankan Twitter harus menjadi pekerjaan penuh waktu.

Tetapi setelah menjabat sebagai CEO interim selama beberapa bulan, Dorsey akhirnya memenangkan hati anggota dewan.

Tugas ini lantas menjadi tugas kedua Dorsey sebagai CEO. Sebelumnya, ia telah menjabat sebentar pada 2007, tak lama setelah mendirikan perusahaan sebelum dipaksa keluar pada 2008.

Baru-baru ini, Elliott Management yang merupakan investor utama Twitter dikabarkan memaksa Dorsey mundur dari Twitter karena khawatir dengan kinerjanya dan pertumbuhan perusahaan.

Namun, Dorsey berhasil bertahan setelah mencapai kesepakatan dengan perusahaan, hingga akhirnya muncul pengumuman komite dewan akan dibentuk untuk mengevaluasi rencana suksesi CEO.

Baca Juga: Jack Dorsey Dikabarkan Mundur dari Jabatan CEO Twitter

Dalam email kepada karyawan pada hari Senin, Dorsey mengatakan dia memilih mengundurkan diri karena Twitter sudah mantap berdiri sendiri tanpa harus diasuh oleh pendirinya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI