Bahlil Colek Sri Mulyani Supaya Target Investasi Rp 1.200 Triliun Tercapai

Rabu, 24 November 2021 | 12:06 WIB
Bahlil Colek Sri Mulyani Supaya Target Investasi Rp 1.200 Triliun Tercapai
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri Investasi/Ketua BKPM Bahlil Lahadalia dalam konfrensi pers virtual peluncuran Sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko pada Senin (9/8/2021). [Tangkapan layar]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memasang target Investasi yang masuk ke Indonesia pada tahun 2022 sebesar Rp 1.200 Triliun.

Target tersebut kata Bahlil untuk memastikan jalur pertumbuhan ekonomi kembali berada di 5 persen.

"Tahun depan Rp1.200 triliun ini angka yang ngeri-ngeri sedap," kata Bahlil dalam acara Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021, Rabu (24/11/2021).

Bahlil mengatakan target ini naik tinggi dibandingkan dengan tahun 2021 yang hanya dipatok Rp900 Triliun atas usulan Presiden Joko Widodo.

Dirinya pun optimistis angka tersebut tercapai, mengingat prospek ekonomi kedepannya bakal makin cerah, selain itu reformasi yang dilakukan pemerintah dalam membenahi sejumlah regulasi terkait investasi disinyalir juga akan mendongkrak arus investasi yang masuk.

Oleh karena itu, agar investasi berjalan lancar. Kementerian Investasi menjalankan 5 langkah untuk memfasilitasi investor. Pertama, promosi meyakinkan investor bahwa Indonesia ramah terhadap investasi.

Strategi kedua, membantu layanan perizinan yang tertuang dalam PP nomor 5 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko melalui Single Submission (OSS) secara online.

"Kalau kita urus izin di Kementerian lembaga di Republik Indonesia dulunya kita tidak tahu berapa lama, luar biasa persoalannya dengan lahirnya undang-undang cipta kerja yang ada. itu insya Allah akan memudahkan kita semua," ujarnya.

Ketiga, membantu financial closing. Keempat, memberikan layanan end to end kepada investor sampai realisasi investasi. Kelima, membantu investor sampai tahap produksi.

Baca Juga: Anggaran DPMPTSP Tahun Ini Naik, Menteri Bahlil Kembali Minta Tambahan Dari Menkeu

"Kita akan bantu juga negara akan hadir untuk membantu proses financial closing kalau itu dibutuhkan, lalu kita bantu lagi sampai dengan eksekusi konstruksi di lapangan kalau ada yang ganggu tanahnya nggak jelas, ada persoalan apa gitu sampai kita bantu dia sampai dia berproduksi secara end to end," ucapnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI