Banyak sekali aplikasi yang cocok untuk investasi reksa dana, kalian hanya perlu mengunduh aplikasi yang kompatibel dan cocok dengan kalian. Gunakan aplikasi investasi reksa dana yang diawasi oleh lembaga-lembaga penting seperti OJK agar kalian terhindar dari risiko penipuan.
Tentukan Tujuan dan Jangka Waktu Investasi
Investor reksa dana memiliki beragam tujuan dan jangka waktu yang berbeda-beda. Ada investor yang investasinya kurang dari setahun atau bahkan ada investor yang menginvestasikan dana nya lebih dari lima tahun.
Banyak investor yang memiliki tujuan untuk liburan keluar negeri dengan hasil investasinya atau ada investor yang bertujuan untuk mempersiapkan dana pendidikan anaknya nanti dengan hasil investasinya. Semua kembali ke pilihan kalian masing-masing. Jadi, tetapkan terlebih dahulu tujuan dan jangka waktu investasi.
Perhatikan Profil Risiko
Lalu Langkah berikutnya adalah dengan memahami profil risiko dari investasi reksa dana. Profil risiko harus disesuaikan dengan investor karena profil risiko adalah kunci membangun portofolio investasi. Disaat kalian ingin ingin berinvestasi, sebaiknya kalian kenali dulu profil risiko yang biasanya terdiri dari tiga jenis, yaitu konsevatif, moderat dan agresif.
Jika kalian lebih mementingkan keamanan dibandingkan keuntungan maka kalian lebih cocok dengan tipe konservatif. Lalu jika kalian ingin menyeimbangkan keduanya maka kalian cocok dengan tipe moderat. Lalu apabila kalian mementingkan keuntungan dengan risiko tinggi maka kalian lebih cocok dengan tipe agresif.
Pahami Jenis-Jenis Reksa Dana
Reksadana terdiri dari beberapa jenis, mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran hingga saham. Setiap jenis reksadana memiliki tingkat risiko yang berbeda. Pilihlah reksadana yang risiko paling rendah. Di sini, kalian bisa memulainya dari reksa dana pasar uang.
Baca Juga: Waspada Penipuan Investasi atas Nama LPS
Mulai Dengan Nominal Kecil