Inggris Minat Investasi Hijau, Erick Thohir Minta BUMN-BUMN Tranformasi Energi Bersih

Rabu, 03 November 2021 | 16:28 WIB
Inggris Minat Investasi Hijau, Erick Thohir Minta BUMN-BUMN Tranformasi Energi Bersih
Menteri BUMN, Erick Thohir. (Dok: Kominfo KPCPEN)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kepercayaan dunia internasional akan proyeksi positif Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di masa mendatang harus direspons dengan penuh tanggung jawab. 

Rencana beberapa negara menanamkan investasi untuk mengembangkan sekaligus mengakselerasi green economy atau ekonomi hijau di Indonesia akan menjadi tantangan bagi BUMN.

Penekanan itu disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir seusai hadir dalam pertemuan bilateral antara Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Dunia COP26 di Scottish Event Campus, Glasgow, Skotlandia pada Senin (1/11/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi dan PM Johnson sepakat meningkatkan kerja sama antar kedua negara, terutama di bidang ekonomi hijau. 

Baca Juga: Perubahan Iklim Jadi Ancaman Dunia, Ekonomi Hijau Perlu Dijalankan

Jika Presiden Jokowi menekankan pada investasi hijau dan teknologi sebagai kunci transisi ekonomi hijau, maka PM Johnson menyampaikan ketertarikan Inggris untuk melakukan investasi berupa kredit ekspor yang dapat digunakan untuk transisi ekonomi hijau.

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, ketertarikan Inggris untuk berinvestasi kredit ekspor merupakan peluang yang harus ditangkap sehingga transformasi yang  dijalankan BUMN harus menjunjung prinsip transformasi energi bersih sekaligus mengakselerasi ekonomi hijau. 

"Saya berharap BUMN-BUMN energi, seperti PLN, Pertamina, dan industri minerba kita bisa merespon dan menjalankan transformasi energi bersih dan mengurangi emisi karbon. Karena bagaimanapun juga ini tanggung jawab bersama demi keberlanjutan lingkungan hidup kita," ujar Erick dalam keterangannya, Rabu (3/11/2021).

Ia menambahkan, usaha gencar BUMN untuk bertransformasi dengan melakukan berbagai program dan inovasi model bisnis ini harus memandang tanggung jawab mengurangi emisi bukan sebagai beban. Tetapi juga, sebagai peluang untuk melakukan transformasi ekonomi yang rendah karbon.

"Karena jika sektor usaha BUMN sejak dini sudah memulai program dekarbonisasi pada lini bisnisnya, maka beberapa tahun ke depan justru akan membawa manfaat ekonomi yang lebih besar. Selain menciptakan peluang industri baru dan lapangan kerja yang lebih besar, harga energi Indonesia akan lebih terjangkau," ungkap Menteri BUMN.

Baca Juga: Startup Anak Bangsa BUMooN.io Sambut Baik Harapan Presiden untuk Ekonomi Hijau

Bahkan, lanjutnya, transformasi yang mengusung ekonomi hijau akan memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang dapat dirasakan seluruh masyarakat. 

Antara lain, udara yang lebih bersih dan berkurangnya ancaman bencana hidrometeorologi akibat terjadinya perubahan iklim.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI