HSBC telah berada di Indonesia selama 137 tahun dan telah berhasil menghubungkan Indonesia dengan dunia. Dengan kata lain, HSBC berhasil menjadi bagian dari kisah pertumbuhan Indonesia.
Menurut Francois de Maricourt Asia telah menjadi mesin ekonomi global. Dia pun meyakini, Asia Tenggara pada umumnya dan Indonesia pada khususnya akan memainkan peran yang semakin meningkat dalam mendorong pembangunan dan menciptakan kemakmuran.
“Itulah sebabnya kami menginvestasikan US$6 miliar selama lima tahun ke depan di Asia untuk melayani Anda dengan lebih baik dan mempermudah Anda dalam mengembangkan bisnis di dalam dan luar negeri,” ucapnya.
Sementara Direktur Pengembangan Promosi, Kedeputian Bidang Promosi Penanaman Modal, Ricky Kusmayadi menambahkan soal Swiss yang berhasil masuk dalam daftar lima investor terbesar di RI.
"Ini tentu menjadi sesuatu yang membanggakan bagi kami. Sebab ini belum pernah terjadi sebelumnya," imbuhnya.
Investasi yang masuk melalui Swiss ke Indonesia mencapai US$ 446,2 juta, tercatat ada 118 proyek dan memiliki porsi 6,1%. Sektor yang paling banyak digarap oleh Swiss adalah sektor makanan minuman, kehutanan, perdagangan, reparasi, perikanan, dan industri lainnya.
Menurutnya, peningkatan realisasi investasi dari Swiss tersebut mengindikasikan mulai meningkatnya minat investor asal Eropa. Hal tersebut merupakan buah hasil dari aksi Pemerintah yang terus merombak sejumlah kebijakan agar iklim bisnis di tanah air lebih fleksibel.
HSBC Indonesia dan BKPM akan senantiasa berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam memfasilitasi investasi ke Indonesia.
Baca Juga: Antibodi Covid-19 Tetap Terlihat pada Bulan Ke-10 setelah Infeksi Virus Corona Terjadi