Suara.com - Vision+ dan Migo resmi menandai kolaborasinya dengan melakukan seremoni kolaborasi bersama Migo. Vision+ sendiri merupakan platform streaming yang dikembangkan oleh PT MNC Vision Netwoks Tbk atau MVN (IPTV).
Seremoni kolaborasi di antara keduanya berlokasi di salah satu Warung Migo di daerah bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Seremoni dihadiri oleh Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo beserta Managing Director Vision+ Clarissa Tanoesoedibjo.
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan kemampuan unduh dan keunggulan lainnya.
"Yang luar biasa itu, download cepat sekali. Setelah itu bisa menikmati offline, jadi tidak perlu bayar data. Kalau online kan datanya mahal," ujarnya ditulis Selasa (19/10/2021).
Hary pernah mencoba mengunduh konten di Migo, dan merasakan langsung kecepatannya. Hanya butuh waktu kurang dari 1 menit, sedangkan di platform lain bisa sampai 5 menit.
Hary menilai untuk menghadirkan konten yang bisa dinikmati masyarakat secara offline merupakan sebuah terobosan. Dengan menggandeng UMKM-UMKM, Hary optimistis kerja sama Vision+ dan Migo bisa berkembang pesat dalam waktu singkat.
Saat ini, sudah ada 600 Wargo. Targetnya, akhir tahun depan jumlahnya mencapai 10.000 outlet di seluruh Pulau Jawa. Dia mencermati, jumlah household atau rumah tangga di Tanah Air mencapai 70 juta. Bila 1 outlet Wargo bisa meng-cover minimal 1.000 rumah tangga, berarti minimal ada 70.000 Wargo di seluruh Indonesia.
Tak hanya Migo dan Vision+, kata Hary, kerja sama kedua belah pihak akan memberikan keuntungan kepada para mitra yakni UMKM-UMKM.
"Kan ada bagi hasil, mereka juga menikmati hasil daripada apa yang dihasilkan oleh Migo. Ini sesuatu yang sangat positif," kata Hary.
Baca Juga: LENGKAP Cara Daftar UMKM Online agar Dapat BLT Oktober 2021
Senada, Direktur Utama Migo Indonesia Don Connor meyakini target 10.000 Wargo pada akhir 2022 akan tercapai. Kecepatan download dan biaya yang murah menjadi kekuatannya.