Pandemi Tak Bisa ke Mana-mana? Waktunya Industri Pangan dan Pertanian Lokal Naik Panggung

Iwan Supriyatna Suara.Com
Rabu, 04 Agustus 2021 | 15:12 WIB
Pandemi Tak Bisa ke Mana-mana? Waktunya Industri Pangan dan Pertanian Lokal Naik Panggung
Pedagang melayani pembeli kebutuhan pokok di pasar. (Antara/Oky Lukmansyah)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pandemi covid-19 sudah berlangsung setahun lebih dan membawa dampak ke sektor ekonomi kreatif dan industri pangan di Indonesia.

Keterbatasan karena pembatasan jalur transportasi membuat banyak orang terpaksa terisolasi di rumah dan daerahnya masing-masing.

Professor Patricia Rayas Duarte dari Oklahoma State University memberikan gambaran bahwa semasa dan paska covid-19 preferensi konsumen akan berubah dan tren industri pangan harus juga mengikuti untuk bisa bertahan.

Di balik itu, sebenarnya ini merupakan waktu bagi industri lokal memenuhi kebutuhan warga.

Ketua Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI), Professor Umar Santoso, memberikan pandangan bahwa pandemi adalah saatnya untuk Indonesia justru akan bisa menunjukkan potensi pangan dan agroindustri lokal.

Professor Umar juga menyebutkan bahwa teknologi pangan memiliki peranan penting untuk memperkuat pangan dan pertanian Indonesia di masa pandemi.

Penguatan teknologi pangan masa pandemi tidak hanya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal, tapi akan jadi modal untuk Indonesia merambah pasar global.

Paparan Professor Patricia Rayas Duarte dan Professsor Umar Santoso tersebut ditampilkan dalam International Conference of Food Agriculture and Natural Resources 2021 pada tanggal 4-5 Agustus 2021 yang diselenggarakan oleh Swiss German University bersama FANRES International Network.

Konferensi ilmiah ini juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, Deputi Pengembangan Riset dan Pengembangan BRIN Ismunandar, dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi.

Baca Juga: Jawa Barat Kehilangan 100 Ribu Petani, Ketahanan Pangan Terancam?

Dr.rer.nat Filiana Santoso, Rektor Swiss German University mengatakan, Swiss German University berfokus pada penelitian-penelitian yang memiliki dampak luas ke masyarakat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI