Terobosan yang harus dilakukan koperasi adalah merubah model bisnis yang dilakukan saat ini. Koperasi saat bisnis di zona nyaman, dengan tantangan yang kecil, jauh dari kerjasama dan kolaborasi.
Trust dan interoperabilitas sesama koperasi dan koperasi ke pelaku bisnis lain sangat rendah, dan yang mendasar belum menggunakan teknologi digital secara optimal.
Serba setengah menjadikan koperasi tidak pernah mencapai skala bisnis yang besar atau konglomerasi. Tidak mudah memang merubah paradigma dan model bisnis di koperasi.
Dr. Agung Sudjatmoko, MM (Wakil Ketua Umum DEKOPIN) mengatakan, koperasi membutuhkan revolusi mindset dan strategi bisnis menyongsong masa depan. Aset Digital menjadi salah satu yang harus dibangun di Gerakan koperasi.
"Teknologi blockchain menciptakan sistem bisnis yang transparan, menggunakan aset digital dan sebagai sistem bisnis yang bisa membangun trust serta memberikan jaminan keamanan atas para pelakunya. Salah satu terobosan yang dapat dilakukan oleh Gerakan koperasi menuju digitalisasi adalah bekerjasama dengan PT. NHC Teknologi untuk membangun sistem finansial digital diatas ekosistem koperasi melalui pemanfaatan Neo Holistic salah satunya sebagai instrumen baru dalam ekosistem di koperasi,” ujar Dr. Agung ditulis Selasa (23/2/2021).
Koperasi perlu keluar dari zona nyaman nya selama ini dan menggandeng perkembangan teknologi agar bisa melayani para anggotanya secara lebih efektif dan optimal.
“Kami ingin menciptakan solusi agar para anggota Koperasi khususnya para anggota Koperasi Milenial dapat menikmati layanan Simpan Pinjam berbasis aset digital (Neo Holistic) yang simpel dan praktis, dapat diakses oleh seluruh penduduk Indonesia bahkan dunia hanya dengan menggunakan Smartphone, memiliki jaminan investasi berupa aset riil dan memberikan manfaat kepada seluruh pihak yang ada di dalam ekosistem digital nya,” kata CEO PT NHC Teknologi Indonesia, Irvan Tisnabudi.