Suara.com - PT Ketrosden Triasmitra sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembangunan, penjualan dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi kabel fiber optik di Indonesia resmi meluncurkan penawaran umum Obligasi Ketrosden Triasmitra I Tahun 2020 (Obligasi).
Dengan acara Investor Gathering dilakukan secara virtual/online pada hari ini, penawaran umum Obligasi ini merupakan tonggak penting bagi Triasmitra Group sendiri maupun sektor telekomunikasi dan penunjang infrastruktur di Indonesia pada umumnya.
Obligasi Ketrosden Triasmitra I Tahun 2020 ditawarkan dengan nilai emisi sebanyakbanyaknya sebesar Rp 700 miliar dan terdiri atas 2 (dua) seri yaitu Seri A dan Seri B, yang berjangka waktu masing-masing 3 (tiga) dan 5 (lima) tahun. Untuk Seri A kupon yang dipatok 6,15%-7,15% dan Seri B 6,5%-7,5%.
Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan idAAAcg (Triple A; Corporate Guarantee) atas surat utang jangka panjang dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
“Penawaran umum Obligasi ini adalah salah satu langkah pendanaan strategis yang dilakukan Triasmitra untuk pengembangan bisnis setidaknya untuk 5 (lima) tahun ke depan. Obligasi ini akan ditawarkan kepada calon investor melalui pihak penjamin pelaksana emisi (underwriter) dalam hal ini PT Indo Premier Sekuritas,” kata CEO Triasmitra Group, Titus Dondi, Selasa (1/12/2020).
Dana yang diperoleh dari penawaran umum Obligasi akan digunakan untuk pelunasan pinjaman terkait proyek penggelaran jalur kabel fiber optik Jayabaya (Jakarta-Surabaya) dan Damai (Medan-Dumai).
Selain itu, dana Obligasi akan digunakan untuk investasi barang modal, dan pengembangan bisnis pemeliharaan kabel fiber optik yang prospek ke depannya semakin positif.
Adapun yang menjadi kelebihan dari Obligasi Ketrosden Triasmitra I Tahun 2020 adalah adanya penanggungan penuh dari Credit Guarantee and Investment Facility, A Trust Fund of Asian Development Bank (CGIF) secara tanpa syarat dan tidak dapat dibatalkan.
CGIF adalah institusi keuangan non profit dengan peringkat AAA oleh Pefindo dalam skala nasional dan AA oleh Standard & Poor’s dalam skala global.
Baca Juga: Waskita Karya Siap Terbitkan Obligasi dengan Target Himpunan Dana Rp 2 T
CGIF didirikan oleh negara-negara ASEAN, Jepang, Korea Selatan, Republik Rakyat China (secara bersama-sama disebut “ASEAN+3”) serta Asian Development Bank (ADB) dengan tujuan mendukung perkembangan ekonomi dan menjaga stabilitas pasar keuangan di wilayah ASEAN+3.