Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat jenderal Bina Marga menyatakan bahwa hingga 2024 akan ada 2.724 kilometer jalan bebas hambatan atau tol yang akan beroperasi di Indonesia.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian mengatakan pemerintah menargetkan adanya jaringan tol hingga total 18.850 kilometer di seluruh penjuru negeri.
“Itu rencana jangka panjangnya. Hal tersebut memang dilaukan untuk menurunkan time travel, kalau time travel turun maka biaya logistik akan turun. Kami fokus untuk menurunkan biaya logistik. Saat ini posisi time travel kita di 2,3 jam sampai 2,4 jam per 100 kilometer,” ujar Hedy dalam acara press conference secara virtual tentang Proyek Strategis Nasional Bidang Konektivitas, Selasa (20/10/2020).
Hedy menjelaskan menurut data panjang jalan tol nasional sejak 1978 sampai 2014 lalu mencapai 795 kilometer. Kemudian pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, pemerintah mulai meningkatkan pembangunan jalan tol di Indonesia sehingga dalam 5 tahun, jalan tol yang dibangun dan dioperasikan mencapai 1.298 kilometer.
Rinciannya yaitu pada 2015 sepanjang 132 kilometer, 2016 sepanjang 44 kilometer, 2017 sepanjang 156 kilometer, 2018 sepanjang 450 kilometer, dan 2019 sepanjang 516 kilometer.
Saat ini masih terdapat 2.000 kilometer tol yang sudah memasuki masa konstruksi, atau setidaknya masih di fase pembebasan lahan. Hedy mengatakan, hingga saat ini pemerintah sudah mengoperasikan jalan bebas hambatan sepanjang 2.303,8 kilomter, mencakup ruas yang telah dibangun di masa lampau maupun yang baru rampung hingga 21 Juli lalu.
Hingga 2024, Hedy memperkirakan ada 4.817 kilometer jalan tol yang beroperasi. “Dengan adanya 4.817 kilometer jalan bebas hambatan ini, time travelnya menjadi 1,9 sampai 2,1 jam per 100 kilometer,” ujarnya.
Sementara untuk jangka menengah, kementerian memproyeksikan pengembangan ruas baru hingga 14 ribu kilometer lagi.
Hingga akhir Desember 2020, diungkapkan Hedy akan diselesaikan konstruksi 11 ruas tol baru sepanjang 125 km. Ke 11 ruas tersebut yakni Cimanggis-Cibitung Seksi IA (Cimanggis-Jatikarya) 3,17 km, dan Ujung Pandang Seksi 3 (AP Pettarani) 4,3 km yang ditargetkan selesai konstruksi minggu ketiga Oktober. Kemudian Krian-Legundi-Bunder-Manyar Seksi 1, 2, dan 3 (Krian-Bunder) 29 km ditargetkan selesai konstruksi pada minggu keempat Oktober.
Baca Juga: Curah Hujan Tinggi, Begini Cara Kementerian PUPR Antisipasi Banjir
Adapun Balikpapan-Samarinda Seksi 1 (KM 13-Samboja) 22km dan Cinere-Serpong Seksi 1 (SS Serpong-SS Pamulang) 6,5 km yang ditargetkan selesai konstruksi pada November 2020. Untuk yang ditargetkan selesai Desember 2020, yakni Bogor Ring Road Seksi 3A (Simpang Yasmin-Kayu Manis) 3 km; Kayu Agung – Palembang-Betung Seksi 1 Tahap 1B (Jakabaring-SS Kramasan) 9 km, Cibitung-Cilincing Seksi 1 (Cibitung-Gabus Indah)13,52 km, Cengkareng-Kunciran 14,19 km; Medan-Binjai Seksi 1 Segmen 1B-1D Jl Veteran-Tj Mulia 3,52 km, dan Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Seksi 1 (Koneksi Toll to Toll Wiyoto Wiyono + On Ramp Pasar Gembrong) & 2A (Jaka Sampurna-Kayuringin) 5,71 km.