Stok Minyak Berlimpah, Tren Sewa Kapal Tanker Penyimpanan Ikut Naik

Iwan Supriyatna Suara.Com
Kamis, 24 September 2020 | 10:15 WIB
Stok Minyak Berlimpah, Tren Sewa Kapal Tanker Penyimpanan Ikut Naik
Ilustrasi kapal tanker. (Shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Hal ini menjadi perhatian utama para perusahaan minyak karena pemicu utama perang harga minyak yang dimulai pada Maret 2020 adalah kelebihan produksi dari berbagai anggota OPEC +.

"Ketika salah satu negara inti OPEC+ gagal memenuhi target kepatuhannya, hal itu menimbulkan pertanyaan pasar tentang keberlanjutan seluruh kesepakatan pemangkasan produksi minyak," kata Bill Farren-Price, direktur konsultan RS Energy Group ditulis Kamis (24/9/2020).

Ketika ada lebih banyak produsen minyak yang tidak patuh, risiko terulangnya perang harga minyak meningkat.

Dalam perang harga minyak di bulan Maret, kelebihan produksi minyak yang sangat besar ditambah produksi Arab Saudi yang mencapai lebih dari 12 juta barel per hari dibandingkan dengan permintaan minyak yang masih sangat lemah menyebabkan melimpahnya minyak yang harus disimpan di kapal tanker minyak.

Penggunaan kapal tanker minyak ini secara signifikan sebagai tempat penyimpanan terapung menyebabkan tarif kapal tanker minyak melonjak ke posisi tertinggi dalam sejarah karena pasokan kapal berkurang.

Selain itu, para perusahaan minyak mewaspadai tren musiman peningkatan permintaan kapal tanker minyak untuk mengangkut minyak menyongsong musim dingin.

Saat cuaca dingin mendekat, produsen dan perusahaan minyak bersiap dengan meningkatkan stok minyak mentah dan olahannya untuk memenuhi permintaan heating oil yang meningkat di musim dingin.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga kapal tanker musiman ini yang dapat diperkuat oleh kemungkinan adanya penyimpanan terapung gelombang kedua untuk minyak, banyak perusahaan minyak bergegas untuk memesan kapal tanker minyak besar.

Trafigura Group, perusahaan minyak independen terbesar kedua di dunia, pada minggu lalu memesan sekitar selusin supertanker yang dapat menampung total 24 juta barel minyak, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Baca Juga: Kapal Tanker Pertamina Tabrak Jamban, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri

Secara keseluruhan, sekitar 18 charter serupa telah disepakati dengan Royal Dutch Shell Plc, Vitol Group dan Lukoil di antara mereka yang juga menyewa kapal, menurut daftar pemesanan pialang kapal yang dilihat oleh Bloomberg.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI