Antisipasi Kemarau, Kementan Susun Strategi Ketahanan Pangan

Senin, 20 April 2020 | 08:08 WIB
Antisipasi Kemarau, Kementan Susun Strategi Ketahanan Pangan
Ilustrasi saluran air. (Dok : Kementan)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Contohnya dam parit yang dibangun Poktan Mappabengngae III di Kelurahan Tiroang, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Dam parit di sini luas layanannya mencapai 75 hektare.

Kemudian di Desa Tundagan, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Dam parit yang dibangun Poktan Maju Karya ini luas layanannya mencapai 32 hektare.

Sedangkan pembangunan embung di Desa Pangadegan, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap dibangun dengan dimensi 18 × 13 × 2,5 m3. Embung yang dibangun P3A Usaha Tani Makmur ini mampu melayani areal sawah seluas 31 hektare.

"Dari pembangunan embung dan dam parit ini peningkatan IP yang diharapkan semula 200 menjadi 300," harap Sarwo.

Namun, Sarwo Edhy memperingatkan agar pemeliharaan air sungai dan bangunan air tersebut harus dirawat.

"Biar saat musim kemarau debit air tidak kecil tapi musim hujan air meluap, sebaiknya perawatan, pemeliharaan dan konservasi harus dilakukan dari hulu ke hilir," tuturnya.

Misalnya dengan pengerukan sedimen sungai yang sebaiknya dilakukan secara rutin sebelum musim penghujan datang. Kemudian perawatan rutin seperti membersihkan sampah yang menghalangi aliran air.

"Semuanya bisa dilakukan dengan komitmen bersama di desa setempat," pungkasnya.

Baca Juga: Covid-19, Kementan dan Jasindo Percepat Pembayaran Klaim Asuransi Pertanian

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI