Suara.com - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan kementerian sudah mengimplementasikan program kerja pemerataan ekonomi yang berkeadilan dalam tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Tiga program prioritas yaitu pengembangan koperasi dan UKM, akses pembiayaan bagi koperasi dan UMKM, serta pemberdayaan UMKM melalui gerakan kewirausahaan nasional.
"Kami mewujudkan Indonesia sentris dan pembangunan kewilayahan secara merata," kata Puspayoga dalam konferensi pers bertajuk Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (17/10/2017).
Puspayoga memaparkan kementerian juga melakukan reformasi koperasi. Tahapan dalam reformasi birokrasi dilakukan dengan mengubah paradigma pembangunan koperasi dari berorientasi kuantitas menjadi kualitas sehingga dapat menciptakan koperasi modern dan berdaya saing tinggi.
"Kemudian tahapan rehabilitasi, yakni memperbaiki dan membangun database system koperasi online database system. Melalui tahapan ini, kami telah membubarkan koperasi yang tidak aktif. Hasil data ODS terkini koperasi aktif 153.171 unit, dan koperasi dibubarkan 40.013 unit," ujar dia.
Selain itu, Kementerian Koperasi dan UKM mendorong kemudahan akses pembiayaan koperasi dan UMKM. Hal itu dilakukan dengan mendorong percepatan penyaluran kredit usaha rakyat.
"Berdasarkan data penyaluran KUR telah mencapai Rp69,6 triliun atau 65,5 persen dari target KUR sebesar Rp106,2 triliun kepada 3.098.515 juta debitur," kata dia.
Sementara itu, Skema Kredit Ultra Mikro disalurkan oleh koperasi dan direncanakan sebanyak 60 koperasi sebagai calon penyalur Kredit Ultra Mikro. Sampai saat ini sudah dua koperasi yang menyalurkan KUMi, yaitu; Koperasi Mitra Dhuafa sebesar Rp17,59 Miliar kepada 7.184 orang anggota dan Koperasi Abdi Kerta Raharja sebesar Rp10 miliar kepada 4.501 orang anggota. Total penyaluran KUMi melalui koperasi sebesar Rp27,59 miliar dengan jumlah penerima sebanyak 11.685 orang anggota.
Kementerian Koperasi dan UKM melalui LPDB-KUMKM menyalurkan dana bergulir. Menurut dia bunga dana bergulir sangat rendah, untuk sektor riil 4,5 persen dan koperasi tujuh persen (sliding rate).
Kemudian program strategis yang dijalankan Kementerian Koperasi dan UKM diklaim memberikan dampak pada peningkatan kontribusi PDB koperasi terhadap PDB nasional dari 1,71 persen pada 2014, naik menjadi 3,99 persen pada 2016. Serta rasio kewirausahaan nasional yang pada 2014 masih 1,65 persen melonjak menjadi 3,01 persen.