Desi Kurnia, Pebisnis Parsel Online ParselMart

Adhitya Himawan Suara.Com
Minggu, 11 Juni 2017 | 06:26 WIB
Desi Kurnia, Pebisnis Parsel Online ParselMart
Desi Kurnia, pemilik dari ParselMart di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/6/2017). [Suara.com/Adhitya Himawan]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri banyak orang mencari Parsel Lebaran, baik dari Kalangan Perusahaan maupun Perorangan. Sudah menjadi Tradisi Lebaran di Indonesia untuk bersilaturahmi dengan keluarga, tetangga maupun rekan bisnis dengan saling berkirim Parsel Lebaran. Semakin berkembangnya zaman, penyedia jasa pembuatan parsel pun semakin berkembang dari tahun ke tahun. Tak hanya itu, perkembangan penjualan parsel pun tak luput dari perkembangan dunia teknologi. Kini, parcel telah dapat dibeli melalui online.

ParselMart adalah salah satu Toko Parcel yang menjual parsel lebaran yang menjual parcel secara online. “Ramadan adalah momentum terbaik bagi hampir semua bisnis di Indonesia, terutama bagi ParselMart yang menawarkan Produk Gift . Penjualan di Ramadan adalah puncak penjualan bisnis kami dalam setahun. Peningkatan dapat terjadi hingga 100 persen,” terang Desi Kurnia, pemilik dari ParselMart dalam wawancara di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/6/2017).

Sejak awal di dirikan pada 2009, ParselMart sudah menggunakan platform online, yakni melalui Blog (wordpress.com). Lalu pada tahun 2012, ParselMart resmi menggunakan owned website ParselMart.com . Parcel pertama yang dibuat oleh ParselMart ialah parsel Lebaran. Walaupun sejak awal didirikan ParselMart berfokus pada platform online, ParselMart juga dapat dikunjungi Workshopnya di daerah Cibarusah untuk melihat proses produksi parselnya.

"Awalnya saya merupakan seorang karyawan swasta yang bekerja di daerah Cikarang, melihat adanya kebutuhan besar akan produk parcel di daerah tersebut, saya menangkap adanya peluang baik dalam berbisnis parcel," cerita Desi.

Mulai tahun 2010, Desi kemudian mulai merintis bisnis parsel melalui online. Pada awalnya, Desi hanya menjual parcel dari mulut ke mulut. Namun pada akhir tahun 2010, Desi mulai merambah internet. “Saat Itu saya menggunakan blog dengan nama Parcelhemat. Blog ini memberikan solusi paarcel dengan harga yang hemat,” jelas Desi.

Desi tak membayangkan sebelumnya bahwa sambutan di media online sangat baik. Di tahun pertama peluncuran blog, Desi mulai mendapat tawaran order dari satu perusahaan di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Mulai tahun kedua, blog Parcelhemat semakin mendapat tempat di dunia maya. Mesin pencari Google menempatkan Parcelhemat di urutan pertama hasil pencarian dengan kata kunci 'Parcel Murah Berkualitas'.

Pada tahun Ketiga, Desi mulai menonjolkan bentuk keseriusan dari usaha ini dengan membuat membuat website resmi Parselmart.Com. Perubahan ini ternyata memberikan hasil yang luar biasa Pada Agustus 2012, Parselmart mendapat kepercayaan dari beberapa perusahaan swasta asing maupun dalam negeri dengan jumlah order yang mencapai ratusan parcel.

“Pada akhir 2012 ini juga saya memutuskan berhenti dari pekerjaan saya di Cikarang dan fokus membesarkan bisnis parsel saya. Saya ingin berwirausaha dengan tetap berada di rumah, supaya bisa memberikan perhatian kepada anak saya,” jelas Desi.

Baca Juga: Astrid Wibisono, Pendiri Jasa Tukang Online Klik Tukang

ParselMart yang sudah menggunakan platform online sejak awal didirikan mengungkapkan bahwa mereka telah menggunakan salah satu produk Google, yaitu Google Bisnisku atau Google My Business (GMB) semenjak sekitar 4 tahun yang lalu atau sekitar tahun 2013.

“Secara pribadi Saya ingin berterima kasih pada Google karena telah mengubah kehidupan dan cara pandang saya terhadap teknologi dan masa depan. Google memberi dampak signifikan dalam menguatkan dan mempromosikan bisnis sederhana saya menjadi luar biasa,” ungkap Desi.

Desi menjelaskan bahwa GMB membuat sebuah bisnis dapat secara akurat ditemukan, sehingga dapat mendatangkan targeted traffic terhadap produk yang ParselMart tawarkan kepada konsumen. Calon pelanggan lebih mudah menemukan ParselMart baik melalui Google Maps maupun Google Search . Fitur Google Maps yang dapat ditambahkan foto produk secara real time kapan saja, membuat ParselMart dapat mem publish moment dan produk terbaru dengan mudah. Konsumen dapat lebih merasakan eksistensi bisnis ParselMart.

“Fitur GMB meningkatkan Brand Awareness kami di mata konsumen, sehingga ini sangat membantu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk kami, yang berimbas pada peningkatan penjualan. Setelah menggunakan GMB, penjualan kami peningkatan hingga 70 persen,” lanjut Desi.

 Meskipun terletak di pinggiran kota Jakarta, namun Toko parcel ini memberikan layanan gratis pengiriman untuk wilayah Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi dan Cikarang tentunya. Ini tak lepas dari kerjasama Desi dengan beberapa jasa ekspedisi.

Secara umum, omzet ParselMart pada bulan-bulan biasa sekitar Rp10 juta perbulan. Namun saat musim Lebaran, Natal, maupun Imlek, omzet yang diperoleh bisa berkali lipat, meskipun masih dibawah Rp1 miliar.

Kedepan, Desi berupaya mengembangkan bisnis parselnya supaya tetap bertahan di bulan-bulan biasa. Salah satunya adalah rencana kerjasama dengan beberapa weding organizer supaya bisa meningkatkan penjualan parsel sebagai seserahan saat lamaran pernikahan ataupun sebagai kado pernikahan.

 “Kami berharap dapat menjangkau lebih banyak pembeli dengan market yang lebih luas. Dan yang terpenting dapat menghilangkan keraguan tentang bisnis online di masyarakat Indonesia khususnya,” tutup Desi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI