James Tjahaja Riady, Nahkoda Penerus Lippo Group

Adhitya Himawan Suara.Com
Senin, 08 Mei 2017 | 06:00 WIB
James Tjahaja Riady, Nahkoda Penerus Lippo Group
Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group, James Tjahaja Riady di Jakarta, Kamis (4/5/2017). [Suara.com/Adhitya Himawan]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Melalui dua anak perusahaan publik utama, PT Lippo Cikarang, Tbk ("LPCK") dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk ("GMTD"), kini LPKR memiliki masing-masing 54,4 persen dan 59,8 persen. LPKR juga telah mengembangkan dan saat ini mengelola kawasan perkotaan di Lippo Cikarang di Bekasi dan di Tanjung Bunga di Makassar.

Selain itu, LPKR memiliki 62,1 persen dari PT Siloam International Hospitals Tbk ("SILO"), salah satu jaringan rumah sakit swasta terbesar di Indonesia. Saat ini Siloam mengelola dan mengoperasikan 25 rumah sakit moderen di 18 kota tersebar di seluruh negeri, yang terdiri dari 9 rumah sakit di Jabodetabek dan 16 rumah sakit yang tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara yang didukung oleh lebih dari 2.300 dokter spesialis dan dokter umum serta lebih dari 8.800 perawat dan staf medis.

LPKR juga telah mendirikan dan mensponsori dua REIT yang tercatat di Bursa Efek Singapura, yaitu First Real Estate Investment Trust ("First REIT") dan Lippo Malls Indonesia Retail Trust ("LMIR Trust"). LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar Rp17,3 triliun, atau 1,3 miliar Dolar AS per 17 Maret 2016.

Bagi James, ada 5 kunci utama dalam membangun dan mengembangkan sebuah bisnis. Pertama adalah visi, kedua adalah keberanian, ketiga adalah manajemen, keempat adalah kecepatan, dan terakhir adalah keuangan. "Membangun bisnis itu memerlukan visi, tetapi visi saja tanpa ada keberanian ya percuma. Barulah setelah ada keberanian, diperlukan manajemen serta kecepatan dalam mengambil keputusan bisnis. Soal keuangan, itu bisa diupayakan setelah empat faktor lain tadi sudah terpenuhi," kata James di Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Selain aktif berbisnis, James juga mendirikan Sekolah Pelita Harapan dan Universitas Pelita Harapan sebagai usahanya di mengembangkan sektor pendidikan. Selain itu ia juga pernah tercatat sebagai ketua dibidang pendanaan PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) dan membuat Lippo sebagai sponsor utama saat pertandingan Bulutangkis di Hongkong.

Dalam kehidupan pribadinya, James Riady menikah dengan Aileen Hambali. Dari pernikahannya tersebut, James dikaruniai empat orang anak bernama John Riady, Stephanie Riady, Caroline Riady serta Henry Riady.

Menurut majalah Forbes, kekayaan James Riady beserta keluarga ditaksir senilai 1,87 miliar Dolar AS atau setara dengan Rp24,6 triliun. James masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia pada tahun 2016.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI