Tambah Devisa, Pemerintah Genjot LC Ekspor

Selasa, 22 September 2015 | 14:54 WIB
Tambah Devisa, Pemerintah Genjot LC Ekspor
Petugas melakukan pengecekan terhadap mobil yang akan diekspor ke beberapa negara di kawasan Asia di terminal car Pelindo, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (28/7). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pemerintah mempersiapkan kebijakan untuk mendorong cadangan devisa negara meningkat. Pemerintah akan memberikan kemudahan ekspor.

Hal itu dikatakan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro usai melakukan rapat koordinasi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Agus Martowardojo di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (22/9/2015).

"Pak Wapres memanggil kami, intinya ingin mendorong devisa itu lebih banyak ada di Indonesia. Sehingga mulai berpikir bagaimana memudahkan ekspor," kata Bambang.

Dia menjelaskan upaya peningkatan cadangan devisa tersebut dilakukan dengan menerbitkan surat kredit atau letter of credit (LC).

"Kami kan sudah mengeluarkan aturan LC, jadi itu juga direview bahwa LC juga bisa menolong untuk bisa memasukkan devisa hasil ekspor tersebut ke dalam sistem perbankan kita," jelasnya.

Memperbanyak cadangan devisa ini bisa peningkatan ekspor. Maka hasilnya dapat digunakan untuk memperbaiki perbankan.

"Tugas berikutnya tentu bagaimana supaya devisa hasil ekspor itu lebih optimal lagi di sistem perbankan. Jadi tadi dibicarakan mengenai kemungkinan langkah yang bisa dilakukan untuk mendorong devisa lebih banyak ada di Indonesia," jelasnya.

Dengan demikian persediaan mata uang dolar di Indonesia juga menjadi lebih banyak sehingga nilai tukar rupiah tidak lagi fluktuatif akibat faktor eksternal. Cadangan devisa yang dimiliki Pemerintah saat ini, lanjut Bambang, masih tergolong aman yang setara dengan enam bulan kegiatan impor.

"Instrumen itu kami siapkan, belum bisa disampaikan sekarang. Kondisi sekarang tidak kritis, hanya saja istilahnya kalau lebih banyak kan lebih baik," katanya. (Antara)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI