Suara.com - Baru sehari dilantik menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengaku telah memberi masukan kepada Presiden Joko Widodo agar membatalkan rencana PT. Garuda Indonesia membeli 30 pesawat Airbus tipe 350. Soalnya, maskapai pelat merah ini harus pinjam duit miliaran dolar AS dari China Aviation Bank.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PAN Primus Yustisio mengatakan masalah tersebut bukan kewenangan Menteri Kemaritiman, melainkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno.
"Itu sebenarnya bukan kewenangan Menko Maritim yang memutuskan membeli pesawat atau tidak. Keputusan itu harusnya diutarakan oleh ibu Rini selaku Menteri BUMN, bukan diutarakan oleh Menko Maritim," kata Prismus di gedung DPR, Jumat (14/8/2015).
Tapi, dari sisi penghematan anggaran, Primus mendukung masukan Menteri Rizal Ramli kepada Presiden.
"Kalau imbauan untuk melakukan penghematan itu saya setuju, karena untuk perkembangan bisnisnya kan agar tidak masalah. Tapi penyampaian untuk tidak membeli pesawat itu bukan koridor beliau, jadi harus paham mana kewenangannya sebagai Menko Maritim," kata mantan pemain sinetron.
Pernyataan Rizal Ramli disampaikan usai upacara serah terima jabatan sebagai Menko Maritim pada Kamis (13/8/2015). Rizal Ramli mengingatkan bahwa pembelian 90 pesawat type airbus 350 akan menghabiskan anggaran Rp266 triliun. Masukan Rizal kepada Presiden karena tidak ingin Garuda bangkrut dan pesawat, menurutnya, hanya cocok untuk penerbangan ke Amerika dan Eropa.