Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.714

William Rosenberg, Bocah Putus Sekolah Pendiri "Dunkin Donuts"

Ruben Setiawan

Selasa, 10 Juni 2014 | 09:00 WIB
William Rosenberg, Bocah Putus Sekolah Pendiri "Dunkin Donuts"
Ilustrasi logo Dunkin Donuts. (Shutterstock)

Suara.com - Siapa tak kenal donat. Selain populer di negara asalnya, Amerika Serikat, makanan itu juga sudah akrab di lidah orang Indonesia selama bertahun-tahun.

Salah satu restoran waralaba donat yang terkenal di tanah air adalah Dunkin Donuts. Boleh dikata, Dunkin Donuts adalah perintis waralaba donat di Indonesia. Namun, tahukah Anda, siapa pendiri Dunkin Donuts?

Dia adalah William Rosenberg. Tepat pada hari ini, tanggal 10 Juni, 98 tahun silam, Rosenberg dilahirkan di Boston, Massachusetts. Rosenberg kecil bukanlah siapa-siapa. Dia lahir dari pasangan imigran Yahudi asal Eropa Timur yang membuka toko kelontong. Rosenberg terpaksa berhenti sekolah di kelas dua SMP lantaran harus membantu orang tua yang usahanya gulung tikar akibat krisis ekonomi.

Rosenberg pun menggeluti beragam pekerjaan, dari petugas pengantar telegram sampai tukang antar es krim. Ketekunan mengantarkannya sampai pada jabatan manajer penjualan. Pasca Perang Dunia II, Rosenberg mencairkan obligasi perang yang ia beli sebelum perang. Berbekal dana itu, dirinya mendirikan usaha katering untuk pekerja pabrik di Boston.

Dalam waktu singkat, Rosenberg memiliki 200 mobil katering dan 20 outlet di sejumlah pabrik. Saat menyadari bahwa 40 persen pemasukannya datang dari penjualan donat dan kopi, tercetuslah ide untuk membuat kedai yang khusus menjajakan makanan itu. Rosenberg pun mendirikan kedai donat pertamanya pada tahun 1950. Dia menamainya Open Kettle yang kemudian diubah menjadi Dunkin Donuts.

Satu hal yang membuat Dunkin Donuts berkembang pesat adalah karena keberaniannya berinovasi. Tidak seperti kedai donat kebanyakan yang hanya menjual lima jenis donat, Dunkin Donuts menawarkan 52 jenis donat yang berbeda. Saat membuka kedai keenamnya pada tahun 1955, Rosenberg memutuskan untuk mengembangkan usahanya dengan sistem waralaba. Sejak saat itulah, bisnisnya berkembang pesat dan tersebar hingga ke berbagai negara.

Pada tahun 1968, Rosenberg membeli sebuah lahan peternakan Wilrose di New Hampshire. Setelah didiagnosa mengidap kanker pada 1971, dirinya pensiun dari bisnis dan mengurus peternakan kuda balapnya. Pada 1980, Rosenberg mendonasikan peternakannya itu kepada Universitas New Hampshire. Rosenberg meninggal dunia pada 22 September 2002 di usia 86 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ruth Wakefield, Perempuan yang Tak Sengaja Ciptakan Coklat Chips

Ruth Wakefield, Perempuan yang Tak Sengaja Ciptakan Coklat Chips

Lifestyle | Selasa, 17 Juni 2014 | 09:00 WIB

Kiichiro Toyoda, Dari Mesin Tenun Banting Setir Bikin Mobil

Kiichiro Toyoda, Dari Mesin Tenun Banting Setir Bikin Mobil

Otomotif | Rabu, 11 Juni 2014 | 09:00 WIB

Terkini

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:06 WIB

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:00 WIB

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:59 WIB

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:38 WIB

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:25 WIB

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:56 WIB

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:36 WIB

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:17 WIB

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:00 WIB

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:32 WIB