Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/5/2014), ditutup dengan koreksi hingga 119,04 poin atau 2,37 persen ke posisi 4.895,96.
Sementara itu, indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 25,01 poin (2,92 persen) ke level 832,36.
"Tekanan pasar saham domestik kembali terkoreksi, ritme pergerakan saham saat ini cenderung sama ketika setelah pelaksanaan pemilu legislatif lalu dimana belum ada partai politik yang memiliki suara dominan," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta.
Dia mengemukakan bahwa peta politik yang terlihat saat ini, salah satu kubu yang diharapkan pasar kalah suara di atas kertas, kondisi itu yang memicu aksi jual saham secara masif.
Kendati demikian, menurut dia, pelaku pasar tetap akan mendukung presiden terpilih nanti, apalagi memiliki kebijakan baru yang dapat meningkatkan perekonomian domestik.
"Diperkirakan tekanan yang terjadi di pasar saham domestik berjangka pendek," ucapnya.
Reza Priyambada meyakini bahwa pada perdagangan besok (Rabu, 21/5) IHSG BEI akan kembali naik. Beberapa pelaku pasar akan kembali masuk untuk mengakumulasi saham-saham yang telah tertekan cukup dalam pada Selasa ini terutama sektor perbankan dan konsumer.
Sementara itu, Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan bahwa arus dana asing yang masih masuk ke pasar saham domestik pada Selasa ini memberi potensi ke arah kenaikan.
"Dana asing masih menunjang indeks BEI dan akan kembali berada dalam jalur 'uptrend'. Penerapan strategi transaksi jangka pendek merupakan langkah tepat dalam kondisi pasar yang bergejolak saat ini," katanya Tercatat dalam data perdagangan saham BEI, investor asing membukukan beli bersih (foreign net buy) sebesar RP508,669 triliun pada Selasa ini (20/5/2014).
Tercatat transaksi perdagangan saham di pasar reguler BEI sebanyak 257.715 kali dengan volume mencapai 4,07 miliar lembar saham senilai Rp7,11 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 72 saham, yang melemah 263 saham, dan yang tidak bergerak 67 saham.