Suara.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan rasa syukur ditengah situasi perekonomian dunia yang kurang baik, perekonomian dalam tidak seburuk perkiraan pengamat.
Menurut catatan, neraca berjalan, defisit perdagangan ataupun nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membaik.. Bahkan, kata Presiden, satu bulan terakhir ini nilai tukar rupiah itu menguat signifikan.
"Pernah beberapa bulan yang lalu, nilai tukar rupiah per satu dolar Amerika Serikat hampir menembus Rp13.000, sekarang pada angkat 11500 rupiah," kata Presiden, seperti dilansir dari laman Setkab.go.id.
Presiden berharap keadaan ini akan menciptakan kesetimbangan ekonomi yang tepat dan stabil, sehingga akan memudahkan perhitungan aktivitas dan kegiatan ekonomi secara menyeluruh.
"Tentu tidak berarti bahwa perekonomian dunia termasuk perekonomian Indonesia tahun ini sudah dikatakan akan baik-baik saja ataupun tidak ada permasalah dan tantangan, saya tidak mengatakan begitu. Tetapi rancangan ini kita bangun atas dasar asumsi-asumsi dan asumsi itu berangkat dari kondisi obyektif sekarang, dari posisi sekarang," kata Presiden.