Ternyata, Tidak Ada yang Spesial di Otak Seorang Albert Einstein

Ruben Setiawan Suara.Com
Jum'at, 30 Mei 2014 | 18:13 WIB
Ternyata, Tidak Ada yang Spesial di Otak Seorang Albert Einstein
Ilustrasi Albert Einstein. (Shutterstock)

Suara.com - Selama ini para ahli meyakini bahwa ilmuwan Albert Einstein memiliki otak yang berbeda dengan otak manusia kebanyakan. Namun, sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan kenyataan yang sebaliknya.

Sejak kematiannya pada tanggal 18 April 1955, para ilmuwan mempelajari dan menganalisis otak dari ilmuwan pencipta rumus legendaris E=mc2 itu. Sebuah studi yang digelar pada tahun 1985 menyebutkan bahwa otak Einstein memiliki lebih banyak neuroglia dibandingkan dengan otak yang dimiliki kaum intelektual lainnya.

Neuroglia ini merupakan sel yang menyokong dan melindungi neuron-neuron otak. Makin banyak neuroglia, makin besar pula kekuatan otak. Demikian klaim Diamond, dkk. dalam studi mereka di tahun 1985.

Namun, sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Terence Hines dari Universitas Pace, New York, membantah semua teori tersebut. Menurut dia, tidak ada yang menonjol sama sekali dari otak Einstein.

Hines mengatakan, dari 28 uji coba untuk membandingkan otak Einstein dengan otak lainnya, hanya satu yang dianggap akurat oleh para peneliti pada masa itu. Kemudian, berdasarkan penelitian mikroskopis, otak Einstein tidak ada bedanya dengan otak-otak manusia kebanyakan.

Studi pada tahun 1985 dilakukan pada irisan otak Einstein. Namun, Hines mengatakan, penelitian terhadap hanya beberapa irisan otak tidak bisa dijadikan dasar untuk menentukan kemampuan kognitif dari otak tersebut.

Menurut Hines, seharusnya, para peneliti melakukan "blind test" terhadap sampel-sampel otak tersebut demi menghindari bias dalam merumuskan hasil penelitian.

Einstein, semasa hidupnya, pernah menuliskan pendapatnya tentang otaknya. Sang ilmuwan menyebutkan bahwa dia punya kendali lebih atas otaknya.

Sekali lagi, Dr. Hines membantah komentar Einstein itu. Menurutnya, pernyataan itu tidak bisa diterima dalam studi sistem syaraf modern. Bagi Hines, mustahil untuk melakukan penelitian akurat hanya berdasarkan pernyataan Einstein soal otaknya sendiri. (Dailymail)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI