Taliban Akhiri Gencatan Senjata dengan Pemerintah Pakistan

Esti Utami

Kamis, 17 April 2014 | 06:02 WIB
Taliban Akhiri Gencatan Senjata dengan Pemerintah Pakistan
Ilustrasi (Foto: shutterstock)

Suara.com - Kelompok Taliban Pakistan secara resmi mengakhiri gencatan senjata yang berlangsung sejak 1 Maret lalu, namun mereka masih tetap terbuka untuk perundingan dengan pemerintah. Juru bicara Taliban, Shahidullah Shahid mengatakan, gerilyawan tidak memperpanjang gecatan senjata 40 hari itu, karena pemerintah terus melakukan penangkapan dan membunuh lebih dari 50 orang yang terkait dengan mereka.

"Meski demikian, pembicaraan akan terus berlangsung dengan sungguh-sungguh dan jika ada kemajuan jelas dari pihak pemerintah, maka (Taliban) tidak akan ragu-ragu untuk mengambil langkah serius," kata Shahid, Rabu (16/4/2014).

Pembicaraan perdamaian antara Taliban dan pemerintah Pakistan dimulai pada Februari, namun babak pertama berakhir dalam kekerasan. Pemerintah membebaskan tahanan non-tempur tingkat rendah, namun Taliban menuntut pembebasan ratusan orang dan militer ditarik dari daerah-daerah yang berbatasan dengan Afghanistan.

Taliban telah meminta pemerintah agar membebaskan 300 orang yang dipenjara, yang mencakup wanita, anak-anak dan pria yang menurut mereka bukan gerilyawan.

Pengumuman mengenai negosiasi dengan Taliban pada Februari disampaikan pada masa ketika banyak orang mengharapkan ofensif militer penuh di Waziristan Utara, salah satu dari tujuh daerah di kawasan suku semi-otonomi Pakistan, dimana Taliban dan militan terkait Al Qaida memiliki pangkalan-pangkalan yang digunakan untuk merencanakan serangan di Afghanistan.

Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dan penembakan yang menewaskan lebih dari 5.200 orang sejak pasukan pemerintah menyerbu sebuah masjid yang menjadi tempat persembunyian militan di Islamabad pada Juli 2007.

Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni mempererat hubungan dengan militan Al Qaida dan Taliban setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan AS, untuk menumpas kelompok militan yang dituduh sebagai pelaku serangan 11 September 2001 di AS.

Pakistan juga mendapat tekanan internasional agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut, di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan.

Amerika mengerahkan pesawat tak berawak ke daerah tepencil yang berada di luar kendali langsung pemerintah Pakistan. Mereka menuduh, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan.

Islamabad mendesak AS mengakhiri serangan-serangan pesawat tak berawak, sementara Washington menuntut Pakistan mengambil tindakan menentukan untuk menumpas jaringan teror. (Reuters/Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Pakistan Tangkap Lelaki Pemakan Anak Kecil

Polisi Pakistan Tangkap Lelaki Pemakan Anak Kecil

News | Selasa, 15 April 2014 | 01:31 WIB

Serbu Desa Terpencil di Pakistan, Taliban Culik 100 Lelaki

Serbu Desa Terpencil di Pakistan, Taliban Culik 100 Lelaki

News | Minggu, 13 April 2014 | 15:36 WIB

Terkini

Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang

Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:08 WIB

Bitget Diretas US$351,6 Juta, Pengamat Kripto Sebut Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital

Bitget Diretas US$351,6 Juta, Pengamat Kripto Sebut Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital

Sumut | Jum'at, 25 September 2026 | 14:04 WIB

Kasus Suap HGB ATR/BPN: KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dari Kanwil BPN Jatim

Kasus Suap HGB ATR/BPN: KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dari Kanwil BPN Jatim

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:03 WIB

ASUS Ascent QN10, Mini PC Bertenaga Snapdragon X2 Elite

ASUS Ascent QN10, Mini PC Bertenaga Snapdragon X2 Elite

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 14:02 WIB

Hadapi Musim Influenza A, Pentingnya Vaksinasi dan Menyiapkan Kebutuhan Kesehatan di Rumah

Hadapi Musim Influenza A, Pentingnya Vaksinasi dan Menyiapkan Kebutuhan Kesehatan di Rumah

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 14:01 WIB

15 Pelaku Bom Paskah Divonis Penjara 220 Tahun di Sri Lanka

15 Pelaku Bom Paskah Divonis Penjara 220 Tahun di Sri Lanka

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:00 WIB

Novel Cake Shop: Aksi Stalk Crush Berujung Temukan Pelanggan dan Cinta Baru

Novel Cake Shop: Aksi Stalk Crush Berujung Temukan Pelanggan dan Cinta Baru

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 14:00 WIB

Cara Menghilangkan Bau Amis Daging yang Membekas di Freezer, Ini Tips dari Pakar IPB

Cara Menghilangkan Bau Amis Daging yang Membekas di Freezer, Ini Tips dari Pakar IPB

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 13:58 WIB

Gemilang di Usia Muda, Etenia Croft Borong Dua Nominasi AMI Awards 2026

Gemilang di Usia Muda, Etenia Croft Borong Dua Nominasi AMI Awards 2026

Entertainment | Jum'at, 25 September 2026 | 13:56 WIB

War Tiket BIGBANG Makin Mudah, Ada Jalur Presale Khusus VIP

War Tiket BIGBANG Makin Mudah, Ada Jalur Presale Khusus VIP

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 13:54 WIB

×