Makna Rajah Bagi Suku Dayak

Esti Utami | Suara.com

Selasa, 20 Mei 2014 | 18:37 WIB
Makna Rajah Bagi Suku Dayak
Ilustrasi rajah di Kalimantan (suara.com)

Suara.com - Merajah tubuh sudah lama menjadi tradisi suku Dayak di Pulau Kalimantan. Tapi bagi mereka rajah atau tato bukan sekedar hiasan, tetapi memiliki arti tertentu dan menjadi simbol sesuatu.

Ratusan suku Dayak di Kalimantan memiliki aturan dan motif yang berbeda, tapi tujuan pembuatan rajah secara garis besar memiliki makna yang sama, yakni secara religi berfungsi sebagai 'obor' yang akan menuntun seseorang dalam perjalanan menuju alam keabadian, setelah kematian.  Orang Dayak percaya makin banyak rajah yang terdapat di tubuh seseorang maka semakin teranglah jalan menuju alam keabadian itu. Namun demikian ada juga suku Dayak yang tak memiliki tradisi rajah sama sekali.

Dalam kehidupan sehari-hari, rajah antara lain melambangkan status seseorang. Rajah untuk seorang bangsawan, orang bebas atau bangsawan yang telah ditaklukkan akan berbeda baik motif maupun letaknya.

Rajah juga menandakan seseorang sudah menikah atau belum. "Untuk suku tertentu, perempuan yang sudah datang bulan hanya boleh merajah tubuhnya hingga jari tangan, yang sudah menikah hingga pergelangan tangan. Sedangkan untuk perempuan bangsawan bisa hingga ke siku," terang Yos Ibau Li, seorang pemuka Suku Dayak Kayaan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selain itu, rajah juga melambangkan kehebatan atau pengalaman tertentu. Bagi Dayak Kenyah dan Dayak Kayaan misalnya, banyaknya tato yang ada di tubuh mereka berbanding lurus dengan seberapa jauh dan seberapa sering mereka mengembara.

Dengan begitu luas maknanya, maka seorang suku Dayak tidak bisa sembarangan membuat rajah di tubuhnya. Ada aturan-aturan tertentu yang harus dipatuhi, baik pilihan motif maupun penempatan rajah di tubuh. Dan setiap suku memiliki aturan yang berbeda.

Di kalangan suku Kayaan misalnya, rajah lebih banyak untuk kaum perempuan. Motif rajah pada perempuan suku Kayaan lebih bersifat religius. Sementara di suku Dayak Kenyah, pembuatan tato pada perempuan dimulai setelah haid pertama. Untuk pembuatan tato bagi perempuan, dilakukan dengan upacara adat di sebuah rumah khusus. Selama pembuatan tato, semua pria tidak boleh keluar rumah. Selain itu seluruh keluarga juga diwajibkan menjalani berbagai pantangan untuk menghindari bencana baik bagi bagi perempuan yang sedang ditato maupun keluarganya.

Adapun bagi Dayak Iban, rajah lebih banyak ditujukan untuk kaum laki-laki. Kepala suku beserta keturunanya ditato dengan motif sesuatu yang hidup di angkasa. Selain motifnya terpilih, cara pengerjaan tato untuk kaum bangsawan biasanya lebih halus dan sangat detail dibandingkan tato untuk golongan menengah (panyen).

Selain itu, juga ada motif tertentu yang berkaitan dengan tradisi mengayau (memenggal kepala) dalam satu peperangan. Tapi motif-motif ini makin jarang digunakan, karena kebiasaan mengayau ini sudah makin ditinggalkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hati-hati, Tato Temporer Bisa Sebabkan Alergi Kulit

Hati-hati, Tato Temporer Bisa Sebabkan Alergi Kulit

Health | Jum'at, 16 Mei 2014 | 15:14 WIB

"Kenangan dari Kalimantan" di Erasmus Huis

"Kenangan dari Kalimantan" di Erasmus Huis

Lifestyle | Kamis, 24 April 2014 | 15:19 WIB

Terkini

6 Shio Paling Hoki pada 17 Maret 2026, Siapa Saja?

6 Shio Paling Hoki pada 17 Maret 2026, Siapa Saja?

Lifestyle | Senin, 16 Maret 2026 | 21:05 WIB

7 Cara Membalas Ucapan Selamat Idulfitri dari Non-Muslim dengan Sopan

7 Cara Membalas Ucapan Selamat Idulfitri dari Non-Muslim dengan Sopan

Lifestyle | Senin, 16 Maret 2026 | 20:05 WIB

LDK PPI Tiongkok Region Utara 2026 Cetak Pemimpin Berjiwa SATSET

LDK PPI Tiongkok Region Utara 2026 Cetak Pemimpin Berjiwa SATSET

Lifestyle | Senin, 16 Maret 2026 | 19:15 WIB

7 Ide THR Lebaran 2026 Selain Uang untuk Keponakan, Edukatif dan Bikin Makin Kreatif

7 Ide THR Lebaran 2026 Selain Uang untuk Keponakan, Edukatif dan Bikin Makin Kreatif

Lifestyle | Senin, 16 Maret 2026 | 19:15 WIB

Nastar Singkatan dari Apa? Begini Sejarah Unik Hingga Jadi Ikon Idulfitri

Nastar Singkatan dari Apa? Begini Sejarah Unik Hingga Jadi Ikon Idulfitri

Lifestyle | Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Intip Gaji Menteri dan Anggota DPR RI, Ada Wacana Bakal Dipangkas Presiden Prabowo

Intip Gaji Menteri dan Anggota DPR RI, Ada Wacana Bakal Dipangkas Presiden Prabowo

Lifestyle | Senin, 16 Maret 2026 | 17:43 WIB

Benarkah Malam ke-27 Ramadan adalah Malam Lailatul Qadar? Simak Tanda-tandanya

Benarkah Malam ke-27 Ramadan adalah Malam Lailatul Qadar? Simak Tanda-tandanya

Lifestyle | Senin, 16 Maret 2026 | 17:20 WIB

Apa Itu Lemomo? Platform E-commerce Blind Box yang Mulai Ramai di Indonesia

Apa Itu Lemomo? Platform E-commerce Blind Box yang Mulai Ramai di Indonesia

Lifestyle | Senin, 16 Maret 2026 | 17:04 WIB

16 Maret 2026 Tarawih Malam ke Berapa? Ini Keutamaannya

16 Maret 2026 Tarawih Malam ke Berapa? Ini Keutamaannya

Lifestyle | Senin, 16 Maret 2026 | 16:24 WIB

Restoran Hikiniku to Come Resmi Hadir di Jakarta, Tawarkan Pengalaman Hamburg Panggang di Meja

Restoran Hikiniku to Come Resmi Hadir di Jakarta, Tawarkan Pengalaman Hamburg Panggang di Meja

Lifestyle | Senin, 16 Maret 2026 | 15:53 WIB